Dev C++

Sekarang saya mau membahas tentang compiler C/C++ yang cukup favorit di Windows, Bloodshed Dev C++, hmmm namanya keren juga, bloodshed. Ni orang vampir ya? Ooo..ternyata bukan, kata pembuatnya dia gak suka sama sekali dengan violence, makanya dia pake nama itu, aneh banget.
Pertama kali pakai sih enak-enak aja, pengoperasiannya juga mudah, asik sih (sambil belajar coding waktu itu). Yang membuat saya tidak nyaman itu fungsi tab-nya, kadang kala pointer terlalu menjorok ke dalam, uh, menjemukan sekali, gak otomatis gitu. Kalau misalnya dibandingin sama text editornya Netbeans, kalah jauh ni Dev C++. Saya masih ingat, dosen saya yang sehari-harinya pakai Visual Studio, terus dia pakai Dev C++, dia langsung bilang, “Ah, compilernya jelek!”.
Yang saya lihat lagi, software ini masih dalam versi beta selama tiga tahun, wao, developernya kemana aja nih? Apa memang udah dihentikan atau memang lagi cuti atau kenapa?
Nah, anehnya lagi, software ini menjadi favorit di kampus saya, orang-orang pada milih Dev C++ ketimbang Visual Studio ataupun MinGw, kenapa ya? Kelebihan yang bisa saya tangkap dari Dev Cpp itu kemudahan pengoperasiannya, dibandingkan IDE lain, begitu klik *.exenya langsung masuk halaman text editor (gak neko-neko). Terus banyak juga aplikasi plugin yang bisa di donwload.
Salah satu yang paling penting Dev Cpp sendiri sudah mendukung standar pengkodean ANSI 1999, saya sempat pakai Turbo C++, uaaah, kalau di coding di Turbo, terus di kompile di IDE lain , blum tentu bisa, seringkali error. O iya, pas dulu mau instalasi Allegro ternyata dah ada file *.devpack , jadi tinggal klik dah keinstall Allegro.
kalau mau tahu lebih lanjut tentang IDE ini:
www.bloodshed.net/devcpp.html







SocialVibe